Pahami Golongan Obat Antibiotik, Fungsi dan Efek Sampingnya

Golongan obat antibiotik

Antibiotik merupakan senyawa kimia, dipergunakan untuk mengobati infeksi karena bakteri. Seperti halnya obat lainnya, antibiotik juga memiliki efek samping yang perlu Anda pertimbangkan. Namun, tidak semua antibiotik sama. Ada berbagai golongan obat antibiotik yang memiliki fungsi dan efek samping yang berbeda. 

Memahami golongan antibiotik, fungsinya, serta efek sampingnya sangat penting untuk mengoptimalkan pengobatan dan mengurangi risiko komplikasi. Yuk, kenali lebih dalam obat antibiotik ini agar penggunaannya menjadi lebih bijaksana dan efektif.

Golongan Obat Antibiotik, Fungsi dan Efek Sampingnya

Obat antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Antibiotic menjadi penemuan yang revolusioner dalam bidang kedokteran modern, menyelamatkan jutaan nyawa dan mengubah cara manusia mengatasi penyakit infeksi. 

Berikut ada sejumlah golongan antibiotik dengan penjelasannya.

1. Penicillin

Penicillin merupakan antibiotik pertama yang pernah ada. Antibiotik ini menjadi salah satu yang paling umum digunakan hingga saat ini. Obat ini efektif dalam mengobati infeksi bakteri seperti streptokokus dan staphylococcus. 

Namun, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap penicillin, yang dapat berkisar dari reaksi ringan hingga anafilaksis yang mengancam jiwa.

2. Cephalosporins

Cephalosporins mirip dengan penicillin dalam struktur kimianya dan digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran pernapasan dan kulit. Obat ini sering digunakan sebagai alternatif bagi orang-orang yang alergi terhadap penicillin. 

Efek samping yang mungkin Anda alami jika mengkonsumsinya adalah gangguan pencernaan, reaksi alergi, dan diare.

3. Fluoroquinolones

Fluoroquinolones adalah golongan obat antibiotik yang efektif dalam mengobati infeksi bakteri yang lebih serius, seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, dan infeksi kulit. 

Baca juga: Produksi Obat Kimia Farma, Beginilah Keunggulannya!

Namun, penggunaan jangka panjang atau berulang fluoroquinolones dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kerusakan tendon, gangguan saraf, dan peningkatan risiko infeksi jamur.

4. Macrolides

Macrolides efektif dalam mengobati infeksi bakteri seperti bronkitis, sinusitis, dan infeksi kulit. Jenis obat ini seringkali menjadi pilihan untuk orang yang alergi terhadap penicillin. Efek samping yang mungkin termasuk gangguan pencernaan, mual, muntah, dan diare.

5. Aminoglycosides

Aminoglycosides adalah satu dari banyaknya golongan obat antibiotik, biasanya untuk mengobati infeksi bakteri yang serius, termasuk infeksi ginjal, saluran kemih, dan tulang.

Namun, Anda bisa mengalami  gangguan pendengaran dan kerusakan ginjal sebagai efek sampingnya.

6. Tetracyclines

Terakhir ada obat antibiotik tetracyclines yang sering digunakan untuk mengobati infeksi seperti jerawat, saluran pernapasan, dan infeksi menular seksual. 

Efek samping yang mungkin termasuk gangguan pencernaan, kulit sensitif terhadap sinar matahari, dan perubahan warna gigi pada anak-anak.

Demikianlah, penjelasan terkait golongan obat antibiotik yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya mengatasi infeksi bakteri dengan lebih efektif.  

Meskipun antibiotik memiliki peran penting dalam mengobati infeksi bakteri, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati. Penting untuk mengikuti petunjuk dokter dan menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep medis. 

Namun, tahukah Anda bahwa di balik keampuhan antibiotik, terdapat proses panjang dan kompleks dalam produksinya? Di sinilah Kimia Farma hadir sebagai mitra terpercaya dalam Toll Manufacturing obat-obatan, termasuk antibiotik.

Kami siap membantu dalam pengembangan dan produksi berbagai obat secara fleksibel dan efisien, sesuai keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Toll Manufacturing Kimia Farma, mitra tepat untuk produksi obat bermutu tinggi!

Leave A Comment